Tuesday, February 8, 2011

Gagalnya Komunikasi

SEMUA orang tahu bahwa Indonesia adalah negara multietnis. Negara kesatuan hidup di tengah keberagaman. Namun, satu hal yang masih sulit untuk dijalani adalah bagaimana memahami keragaman itu sendiri.

Memaknai dan memahami suatu perbedaan dalam keberagaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika perbedaan itu sudah menyangkut suatu hal azasi dalam diri seseorang atau kelompok tertentu. Ditambah lagi, masyarakat kita lebih sering belajar dan berbicara soal keseragaman daripada keberagaman yang ada.

Penantian Fabregas

Menunggu barangkali menjadi sesuatu yang amat menjemukan. Apalagi jika harus mengunggu tanpa sebuah kepastian. Namun, hal ini tidak berlaku bagi seorang Cesc Fabregas. Gelandang asal Arsenal ini memang belum mendapatkan posisi di strarting eleven tim nasional Spanyol. Tetapi ia tetap sabar menanti posisi itu datang padanya. Ia sudah menggenggam satu kepastian bahwa suatu saat ia akan menjadi pemain inti di Tim Matador. Tentu saja ini bukan tanpa alasan. Dengan segala kemampuan dan bakat terpendam yang dimilikinya, Fabregas hanya perlu menunggu untuk menjadi pemain andalan di tim Spanyol.

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Luiz Aragones hingga kini masih menempatkan Fabregas sebagai pemain cadangan. Pelatih berusia 63 tahun ini lebi memercayakan posisi gelandang jangkar pada Xavi Hernandez. Baru di saat permainan Spanyol ‘loyo’ dan kehilangan arah, Aragonez memasukkan Fabregas. Dari sini sebenarnya sudah dapat dilihat bahwa Fabregas memang memiliki "sesuatu" yang dapat menjadi kartu as bagi tim La Furia Roja. Sesuatu itu bisa jadi adalah kemampuan untuk mengatur serangan dan arah permainan, seperti yang berhasil dilakukannya untuk Arsenal.